Berawal dari acara makan siang di pantry kantor sambil nonton tv, selesai nonton gosip selebriti yang selesai jam 12.30, iseng2 ganti channel lain terdamparlah kita di acara berita siang salah satu tv nasional beraliran khusus berita. News anchornya lagi telewicara dengan bapak Rusli Habibie, Gubernur Gorontalo 2012-2017 yang baru saja dilantik bulan Januari silam. Oke gue memang gak mengikuti beritanya beliau, tapi random investigation yang gue lakukan di Google membawa gue ke artikel opini ini. Selamat ya pak, atas terpilihnya bapak sebagai Gubernur Gorontalo, semoga bisa membawa wilayahnya ke arah yang lebih baik. Sukur2 bisa menjangkau wilayah RI lainnya (alias jadi RI 1).
Kali ini gue gak akan bahas karier politiknya karna gue gak kompeten utk urusan begituan. Tapi gue yakin ponakannya pak B.J. Habibie ini punya track record yang cemerlang seperti pamannya. Di acara berita siang ini, beliau lagi diwawancara seputar keputusannya untuk memberlakukan transfer gaji PNS di wilayah Gorontalo ke rekening istri. Menurut gue ide ini brilian bgt. "Sudah selayaknya hal ini dilakukan sebab tujuan para suami/ bapak bekerja hakikatnya adalah untuk mencari nafkah bagi istri dan anaknya."
Simpel banget dasar pemikiran beliau. Dan memang pendapat tersebut disetujui oleh 1000% orang yang mendengar pastinya. Gue sendiri sampe over excited dengan pemikiran beliau yang amat sangat langka untuk tahun 2012, rasanya pengen nangis. Hahaha gue emang lebay, apa aja dimewekin.
Dan memang selayaknya news anchor yang harus mewawancara, bertanya banyak mengenai keputusan beliau yang tidak lazim dan akan mengundang banyak pertanyaan, tapi beliau bisa menjawab dengan baik. Artinya keputusan beliau ini bukan keputusan kemaren malem yang diturunkan bak wangsit. Misalnya ketika ditanya, "Setiap keluarga kan punya mekanisme yang berbeda dalam mengatur keuangan, bagaimana jika hal ini malah menimbulkan perselisihan dalam keluarga?" Beliau menjawab, "Saya yakin para istri yang mengetahui kebutuhan sesungguhnya dalam rumah tangga karena itu dengan mempercayakan gaji2 suami ke istrinya langsung, sang istri akan belajar bagaimana caranya memanage keuangan dengan lebih baik. Lalu, istri akan belajar untuk tidak terlalu menuntut suami mereka karena mereka sesungguhnya tau berapa gaji yang diterima suaminya, transparansi pun tercapai. Berbicara ttg transparansi, sesungguhnya para suami tidak akan lagi mengalirkan dananya ke pihak2 lain diluar keluarga seperti TTM, hubungan gelap, atau apapun istilahnya dengan begitu royal, namun ketika diminta uang oleh istrinya dan keluarganya, menjadi pelit. Padahal kan, mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kenapa harus protes?"
Keren ya?
Satu lagi pertanyaan gak penting yang ditanyakan sama new anchornya (ini sekolah dimana sih mereka? zz) "Bagaimana jika para istri ini tidak memiliki rekening?" (Kalo gue boleh jawab ngasal sih, ya tinggal bikin aja kaleeeeee) Pak Rusli menjawab, "Jangankan rekening atau atm mbak, beberapa dari mereka bahkan tidak tahu apa itu bank. Tapi inilah saat yang tepat untuk mereka belajar mengenai bank, bagaimana mengatur keuangan keluarga, bahkan memanfaatkan kredit yang ada di bank agar tercapai derajat kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya." Bravo.
Harus gue akuin bahwa ide beliau sangatlah keren. Secara gak langsung beliau ingin memberdayakan istri2 PNS supaya lebih berperan (gak cuma bisa belanja sama ngabisisn duit suami aje) dan mencegah perselingkuhan yang (mungkin makin) marak di instansi pemerintahan. Lucu ya, setau gue semua karyawan instansi pemerintah itu gak boleh punya istri 2, gak boleh cerai, dst, tapi sering kesandung masalah WIL. Hahaha kontras bgt. Tapi bagus lah pak, caranya ngurangin perselingkuhan mungkin gitu juga. Asal jangan bikin korupsi meningkat karna si suami2 double agent ini sibuk nyari pendapatan lain untuk rumah yang lain, yang harus dihidupin juga hehe. Amit2.
Semoga ide ini bisa diikuti dan diterapkan di instansi lainnya. Ide ini sebenernya juga berawal dari pengalaman pribadi beliau yang selalu menyerahkan semua gaji yang diterima ke istrinya (bahkan dari jaman gaji itu masih diterima dalam bentuk amplop. Buset deh gaji 10 juta ditaro di amplop apa rasanya ya?) Terbukti dengan kebiasaan itu, beliau malah bisa mengelola keuangan dengan baik kayanya ya, karena menurut berita yang muncul selama kampanye Cagub-nya beliau termasuk kandidat terkaya dengan jumlah kekayaan 40an M lebih (menurut laporan KPK).
0 comments:
Post a Comment
Your comment?